Saturday, April 19, 2014

Evaluasi Observasi


Evaluasi terhadap Kinerja Kelompok

Tugas observasi sekolah ini merupakan tugas Psikologi Pendidikan yang pertama kali melibatkan kami terjun ke lapangan. Saat diberikan tugas ini setelah mata kuliah selesai kami langsung mendiskusikan sekolah mana yang akan kami observasi dan setelah berdiskusi kami sepakat dengan SMP Putri Cahaya. Kami langsung membuat surat izin dan menetukan kapan observasi akan dilaksanakan.. Seminggu sebelum observasi beberapa orang perwakilan kelompok mengunjungi sekolah yang akan diobservasi untuk menanyakan keizinan mereka terhadap observasi kami. Kami juga menyiapkan beberpa pertanyaan, soevenir/hadiah, KTM, beberapa alat perekam (seperti : hp dan kamera) dan tak lupa membawa almamater yang kami pinjam dari beberapa kakak senior.

Kami pergi bersama-sama dengan mengendarai angkot dan becak, akhirnya kami sampai di sekolah tujuan kami yaitu SMP Putri Cahaya Medan. Di sana kami juga harus melapor ke satpam dulu atas kedatangan kami. Lalu kami bertemu kepala sekolah SMP ini untuk meminta izin sekaligus menanyakan kelas mana yang akan kami observasi. Disana kami membagi tugas, ada yang observasi di dalam kelas dan ada juga yang mendokumentasi kan fasilitas sekolah juga mewawancarai murid, guru, dan kepala sekolah. Pada saat kami datang, les pembelajaran sudah mulai berakhir jadi kami harus menunggu beberapa menit untuk les pembelajaran selanjutnya. Sementara itu, beberapa dari kami memantau lokasi dan memotret sarana dan prasarana yang ada. Tak lama kemudian kami diperbolehkan masuk.

Pada saat itu kami masuk ke kelas VII 5 yang sedang belajar pkn, kelas yang sangat antusias dan aktif. Observasi pada kelas VII 5 menghabiskan waktu selama 60 menit. Kami juga berkesempatan masuk ke lab bahasa yang pada saat itu ada pembelajaran di dalamnya. Kami berhasil mewancarai satu orang siswa dan satu orang siswi seputar permasalahan pembelajaran dan  juga mewancarai kepala sekolah SMP Putri Cahaya seputar metode pembelajaran dan kepuasan kerja para guru. Kami juga diajak berkeliling oleh ketua OSIS untuk mendokumentasikan beberapa foto sarana dan prasarana sekolah yang belum sempat terjelajahi. Setelah merasa observasi kami lengkap kami bergerak pulang.

Analisis dengan Teori Belajar dan Teori Perkembangan

            Teori Albert Bandura

  • Self-efficacy
    Menurut Bandura self-efficacy adalah keyakinan individu terhadap kemampuan mereka akan mempengaruhi cara individu dalam bereaksi terhadap situasi dan kondisi tertentu. Jadi pada saat melakukan observasi kami harus yakin kalau kami bisa menyelesaikan tugas observasi sekolah ini dengan baik dan dapat menempatkan diri kami dengan tepat.
     

Teori Lev Vygotsky

  • Dalam teori ini terdapat yang namanya zone of proximal development (ZPD) yaitu serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai seseorang secara sendirian tetapi dapat dipelajari dengan bantuan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. Dan ketika kami melakukan observasi di sekolah ini, teori ini terlaksanakan karena dosen juga sudah menerangkan terlebih dahulu proses dan tahapan observasi serta pengumpulan tugas dan jika masih belum paham kami juga diberi kesempatan untuk bertanya kepada dosen psikologi pendidikan. Dan kami juga saling membantu dalam menguasai tahapan observasi dan pengumpulan hasil-hasil observasi.

                       

  • Scaffolding yaitu dukungan sementara dari pihak luar sampai anak dapat mengerjakannya sendiri. Pada saat mata kuliah berlangsung dosen juga menanyakan apa yang belum dimengerti pada observasi dan mengingatkan kami untuk segera menngurus surat perizinan observasi ke sekolah-sekolah.
     

  • Bahasa dan pemikiran juga terlihat di dalam diskusi kelompok kami, kami memikirkan pertanyaan apa yang harus diajukan dan menyusun bahasa formal yang seuai. Pada pengumpulan hasil observasi kami juga melakukan hal yang sama.
     
    Teori Skinner (Operant Conditioning)                  

  • Reinforcement Positive

Terjadi ketika dosen akan meberikan nilai yang semakin baik jika hasil observasi semakin tajam dan banyak yang dianalisis. Ini membuat kami berlomba-lomba untuk menampilkan hasil yang lebih tajam

  • Reinforcement Negative

Terjadi ketika adanya pembatasan terhadap tugas (deadline) kami dimana mungkin apabila waktu batasnya habis, tugas kami tidak akan diterima lagi sehingga kami menghargai waktu dan membiasakan kami untuk tepat waktu terhadap hasil kerja dan tidak mengecewakan orang lain.

  • Punishment

Para mahasisiwa yang tidak mengerjakan tugas tidak akan mendapatkan nilai apapun dan akan berdampak pada nilai yang akan diterimanya pada semester ini. Dengan adanya hukuman ini membuat mahasiwa sadar dengan kewajibannya.

Teori Kohlberg

  • Post conventional reasoning

Pada fase ini seseorang menentukan kode moral etik yang terbaik baginya. Pada saat observasi kelompok kami juga mengedepankan kode etik dan moral. Dari mulai meminta perizinan, etika dalam berpakaian dan berbahasa.

Evaluasi terhadap Hasil Observasi di Kelas

  • Profil Kelas
    Kelas VII 5
    Wali Kelas                   : Lilis Hestiani Simanjuntak
    Ketua Kelas                : Francius Bertan Nababan
    Jumlah Siswa              : 40 orang
    Jenis Kelas                  : Reguler

  • Lama Observasi          : 90 menit
    Kelas VII terletak di bagian depan sekolah, dekat dengan gerbang sekolah. Di dalam kelas terdapat satu white board, kemudian meja dan kursi yang tersusun terlalu rapat dan agak sesak, begitu juga dengan meja guru yang sangat rapat dengan meja siswa. Lalu di meja guru terdapat vase bunga sebagai penghias. Terdapat mading kecil di sebelah white board yang berisi jadwal piket dan lain sebagainya. Sebagai pendingin ruangan terdapat kipas dan AC. Lalu juga terdapat kalender di dalam kelas.
    Dari hasil pengamatan kami mengenai proses belajar-mengajar di kelas, komunikasi antara guru dan siswa sangat baik. Siswa terlihat aktif dalam kelas dan guru juga memberikan respon dengan baik, keduanya saling berbaur. Dalam proses pembelajaran guru dan murid terlihat semangat. Guru berbicara dengan jelas sehingga siswa mudah menangkap.
    Di sela-sela pengajarannya guru memberikan sedikit joke dan siswa terlihat semakin tertarik dan menjadi tidak bosan. Pandangan siswa tertuju pada guru walaupun ada juga sebagian murid yang seperti acuh tak acuh dan kurang tertarik. Saat guru memberikan pertanyaan mereka juga berlomba dalam menjawab.
    Analisis Proses Belajar-mengajar dengan Teori Belajar
     Teori Lev Vygotsky

  • Dalam teori ini terdapat yang namanya zone of proximal development (ZPD) yaitu serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian tetapi dapat dipelajari dengan bantuan orang dewasa atau anak yang lebih mampu. Dan ketika kami mengamati proses belajar mengajar di kelas, teori ini terlaksanakan karena ketika guru memberi soal, guru tersebut menjelaskan terlebih dahulu baru siswa mengerjakan sendiri dan jika masih belum paham boleh bertanya kepada temannya yang sudah paham.
                           

  • Lalu juga terdapat Scaffolding yaitu dukungan sementara dari pihak luar sampai anak dapat mengerjakannya sendiri. Di dalam kelas terlihat dukungan dari sang guru ketika anak mengerjakan soal, seperti menanyakan hal yang masih tidak dipahami lalu dijelaskan kembali sampai anak tersebut benar-benar paham dan bisa menyelesaikan sendiri.
  • Lalu tentang bahasa dan pemikiran juga terlihat di dalam kelas, ketika guru bertanya mereka berlomba untuk menjawab, dan saat menjawab mereka berpikir apa kata-kata yang harus disampaikan agar jawabannya benar. Ada yang terlihat terbata-bata namun ada juga yang lancar dalam menjawab.
    Teori Erikson
    Observasi terhadap guru SMP Putri Cahaya

  • Dalam mengajar, guru menggunakan kurikulum yang ada dengan metode pengajaran yang masing-masing berbeda pada tiap guru.
  • Guru mengajar mengikuti perkembangan teknologi        memotivasi usaha belajar anak
  • Menyediakan guru BP yang akan membantu anak dalam mengeksplorasi identitas diri.
  • Masing-masing guru mempunyai cara mengajar berbeda dengan satu tujuan    bagaimana anak dapat berkompetisi.
  • Membuat diskusi kelompok dalam pengajaran untuk membantu anak lebih berani dalam mengeluarkan pendapatnya.
  • Membentuk karakter anak melalui pembelajaran moral; agama dan muatan lokal; PKN.
  • Mengkaji kreativitas siswa melalui kegiatan enterpreneurship
  • Guru sebagai pusat belajar tetapi pada situasi tertentu guru sebagai pendorong anak.
  • Perubah kurikulum memengaruhi cara mengajar guru        membuat pelatihan kepada guru.
    Teori Skinner (Operant Conditioning)                  

  • Reinforcement Positive

Terjadi ketika anak-anak yang diobservasi diberikan pertanyaan oleh gurunya, dan gurunya berjanji memberikan nilai tambah jika ada anak yang bisa menjawab pertanyaan guru tersebut. Pada akhirnya pemberian nilai tambah ini membuat peningkatan respons anak-anak anak bertambah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan itu.

  • Reinforcement Negative

Terjadi ketika kelas ribut dan guru tersebut akan mengurangi nilai ketika anak-anak yang diobservasi tersebut masih tidak mau diam. Dengan pengurangan nilai tersebutanaak-anak itu kemudian diam dan kembali memperhatokan guru yang sedang mengajar dengn seksama.

  • Punishment

Seorang anak tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya. Sehingga guru yang sedang mengajar di kelas itu memberikan hukuman yaitu agar anak tersebut berdiri  di depan kelas selama jam pelajaran berlangsung. Hukuman ini diberikan agar anak itu di hari berikutnya dapat mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Teori Piaget

  • Tahap Operasional Formal

Sejak umur 11 tahun, anak sudah memasuki tahap operasional formal. Pada tahap ini, individu dapat berfikir secara lebih abstrak, idealis dan logis.

Murid pada awal tahap operasional formal :

  • Berdiskusi mencari pemecahan masalah
  • Aktif berinovasi
  • Membayangkan kemungkinan-kemungkinan
    Karena Hypothetical Deductive Reasoning
                Saat teori ini diaplikasikan dalam kelas, kami melihat guru memberi pertanyaan, kemudian banyak murid yang mengangkat tangan dan menebak-nebak jawaban dari soal tersebut. Hal ini dikaitkan dengan kemampuan anak pada tahap operasional formal, yaitu : menyusun hipotesis dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan.
Kelompok 1


SriHasyuni                 131301016


Novita Sari Lubis        131301022


AgitaNova Purba       131301044


LeliFebrina Rosa        131301100


IceKristiana S.           131301124




Friday, April 18, 2014

Manfaat Jalan Kaki bagi Kesehatan

           

           Bicarain soal jalan kaki, pasti langsung kepikiran capek, panas, keringatan, dan lain sebagainya. Tapi ternyata jalan kaki punya manfaat yang banyak  buat kesehatan. Coba deh jalan kaki sore-sore sama teman-teman atau keluarga pasti capeknya gak kerasa. Disini saya akan membagi info manfaat jalan kaki buat kesehatan.


1. Mencegah osteoporosis
      Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang. Berjalan kaki di pagi hari mampu mencegah terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis) dalam tubuh anda. Karena untuk menjaga kesehatan tulang tidak hanya dibutuhkan kalsium dan vitamin D saja, tetapi juga gerakan badan secara menyeluruh seperti jalan kaki setidaknya 10000 langkah setiap hari dan terkena sinar matahari pagi sekitar 15 menit sehari. Jika anda lakukan ini secara rutin, maka tulang anda akan lebih lama bertahan dari ancaman osteoporosis.

2. Membantu menurunkan berat badan
        Berat badan yang berlebihan bisa jadi adalah momok bagi sebagian besar orang, karena selain mengurangi good look seseorang berat badan yang berlebihan juga sangat berpotensi terjangkit penyakit-penyakit mematikan seperti kolesterol dan jantung. Bagi anda yang memiliki masalah dengan obesitas, olahraga dengan berjalan kaki di pagi hari adalah solusi terbaik anda. Ya, berjalan kaki di pagi hari secara rutin dapat membakar kalori dalam tubuh anda karena semua otot tubuh bergerak. Pembakaran kalori tersebut akan lebih efektif lagi jika anda berjalan dengan cepat. Jadi mulailah bangun pagi dan jalan kaki secara rutin.

3. Mencegah serangan jantung
       Serangan jantung adalah salah satu donatur terbesar penyebab kematian manusia. Jika jantung berhenti maka  seseorang akan berhenti pula. Begitu berbahayanya penyakit jantung membuat sebagian rela melakukan apa saja untuk mengobatinya. Nah, bagi anda yang ingin memiliki jantung sehat maka berjalan kakilah setiap hari pagi atau sore hari secara rutin.Berjalan kaki secara cepat (tergopoh-gopoh) mampu mencegah penyakit jantung yang sangat mematikan tersebut. Berjalan kaki secara cepat akan memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung, dan ini sangat baik bagi kinerja jantung karena otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Dengan kondisi seperti ini maka oksigen yang dibutuhkan jantung akan tercukupi dan menjaga jantung tetap bekerja secara normal. Serangan jantung bisa anda hindari dengan olahraga berjalan kaki secara tergopoh-gopoh ( tidak pelan dan tidak terlalu cepat).

4. Menurunkan tekanan darah dan kolesterol
       Dengan berjalan kaki secara tergopoh-gopoh akan membuat tekanan darah anda menjadi rendah dan mengurangi pelengketan antarsel darah yang bisa mengakibatkan gumpalan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. Berjalan kaki juga mampu menurunkan kolesterol, karena saat tubuh bergerak (berjalan kaki) maka kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat. 

5. Mencegah Diabetes ( Kencing Manis)
     Kencing manis (diabetes) tipe 2 biasanya diderita oleh orang yang gemuk. Nah, untuk menjaga agar kadar gula dalam tubuh tetap stabil anda bisa melakukan jalan kaki setiap pagi dan sore secara rutin. Menggerakkan badan secara rutin terbukti mampu menjaga kadar gula dalam tubuh sehingga anda tidak perlu minum obat diabetes lagi. Berjalan kaki yang dinyatakan mampu mencegah diabetes adalah dengan kecepatan 6 km/jam dan dilakukan selama 50 menit. (Study dari National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).

6. Mencegah stroke
       Pernahkah anda berpikir bahwa orang-orang zaman dulu lebih sedikit terjangkit stroke? Di antara beberapa faktornya adalah makanan dan pola hidup mereka yang berbeda dengan saat ini. Mereka (di zaman dahulu) hampir selalu berjalan kaki untuk bepergian kemana-mana karena alat transportasi belum ada, maka tubuh mereka lebih bugar dan terhindar dari penyakit stroke. Studi terbaru menyatakan bahwa berjalan kaki 20 jam dalam seminggu mampu menurunkan risiko serangan stroke sebanyak 2/3.

7. Menjaga kebugaran dan kekebalan tubuh
     Berjalan kaki juga bermanfaat untuk menjaga agar tubuh selalu sehat dan bugar, dan memiliki kekebalan yang lebih baik daripada orang yang sedikit melalukan gerakan (jalan kaki). Berjalan kaki 3 kali dalam seminggu mampu meningkatkan kebugaran dan menjaga sistem pernapasan secara signifikan. Dengan kondisi tubuh yang fit / bugar maka akan berbanding lurus dengan meningkatnya kekebalan tubuh.

8. Menghilangkan stres / depresi
       Berjalan dapat membantu anda mengurangi stres karena masalah yang anda hadapi. Selama berjalan, rasa kekhawatiran anda tentang kehidupan sehari-hari akan berkurang karena otak melepaskan endorfin. Hormon endorfin adalah senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang. Endorfin diproduksi oleh kelenjar pituitary yang terletak di bagian bawah otak. Hormon ini bertindak seperti morphine, bahkan dikatakan 200 kali lebih besar dari morphine. Endorfin atau Endorphine mampu menimbulkan perasaan senang dan nyaman hingga membuat seseorang berenergi.

         Itulah info yang saya dapat mengenai manfaat jalan kaki bagi kesehatan, karena udah tau ayo rajin-rajin jalan kaki biar sehat, mumpung masih muda juga mulai dari sekarang ya dibiasakan! Have a nice day ;)

Struktur Kepribadian Gordon Allport

Good Morning Good People! Mau share tentang struktur kepribadiannya Gordon Allport nih, semoga bermanfaat :)



STRUKTUR KEPRIBADIAN
 


Personality Traits
Traits. Menurut Allport traits adalah untuk membedakan karakteristik yang mempengaruhi atau membentuk perilaku. Traits diukur pada sebuah rangkaian kesatuan dan sosial, lingkungan, dan pengaruh budaya.
Allport menganggap ciri-ciri kepribadian (personality traits) menjadi kecenderungan untuk memberi respon yang sama terhadap berbagai jenis rangsangan. Dengan kata lain, traits adalah cara yang konsisten untuk memberikan reaksi terhadap lingkungan kita. Menurut Allport ada beberapa karakteristik traits :
  • ·         Nyata dan ada di dalam diri kita masing-masing. Traits bukan hanya sekedar label atau sebutan untuk menilai perilaku.
  • ·         Menentukan sebab dari suatu perilaku. Traits tidak hanya muncul dalam menanggapi rangsangan tertentu. Traits memotivasi kita untuk mencari stimulus yang tepat dan berinteraksi dengan lingkungan untuk menghasilkan perilaku.
  • ·         Dapat dibuktikan secara empiris. Dengan mengamati perilaku dari waktu ke waktu, kita dapat menyimpulkan adanya sifat dalam konsistensi seseorang terhadap respon yang sama atau serupa.
  • ·         Traits saling berkolerasi; dapat terkait, meskipun mewakili karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh, agresivitas dan permusuhan adalah ciri-ciri yang berbeda tetapi terkait dan sering diamati terjadi bersama-sama dalam perilaku seseorang.
  • ·         Berubah pada setiap situasi. Misalnya, seseorang mungkin menampilkan sifat yang baik seperti tertib dalam satu situasi dan juga bisa menampilkan sifat yang buruk seperti tidak teratur atau tidak tertib dalam situasi yang lain.
Allport mengklasifikasikan traits dalam dua bentuk :
1.  Individual Traits
Keunikan pada seseorang dan menunjukkan karakter mereka.
2.  Common Traits  
Perilaku yang dilakukan oleh sejumlah manusia, misalnya sebagai bagian dari budaya. Maksudnya adalah manusia yang berada dalam kultur yang berbeda akan memiliki common traits yang berbeda.

Personal Disposition
Allport melabel ulang common traits menjadi traits dan individual traits menjadi personal disposition. Tidak semua personal disposition pada diri kita memiliki intensitas atau makna yang sama. Hal ini dapat dikelompokkan menjadi cardinal traits, central traits, or secondary traits.
·        
           Cardinal Traits
Sifat yang berperan besar dalam kehidupan dan trait yang kuat
·          
    Central Traits
Sifat yang lebih umum dan khas yang menonjol dari perilaku manusia itu sendiri
·          
    Secondary Traits
Sifat yang lebih spesifik dan tidak terlalu mendeskripsikan kepribadian. Sifat ini berfungsi lebih terbatas, khusus pada respons yang didasari serta perangsang tertentu dan tidak konsisten

Habits and Attitudes
Allport setuju bahwa habits (kebiasaan) dan attitudes (tingkah laku) juga mampu memulai dan membentuk perilaku.
·         Habits (kebiasaan) adalah respon yang tidak fleksibel dan spesifik terhadap suatu stimuli, bisa dikombinasikan dengan trait lain.
·         Attitudes (sikap) adalah makna yang hampir sama dengan traits, kecuali bahwa attitudes memiliki objek tertentu yang lebih spesifik, dan melibatkan pertimbangan dan evaluasi baik positif maupun negatif.

Untuk menjelaskan perbedaan antara traits dan attitudes adalah hal yang sulit. Keduanya memiliki kekhasan, dan keduanya juga dapat menuntun tingkah laku dan hal ini juga dipengaruhi hasil dari faktor genetis dan belajar. Tetapi jika diteliti terdapat perbedaan antara traits dan attitudes, yaitu ; Pertama, sikap berhubungan dengan suatu objek sedangkan sifat tidak. Jadi, cakupan sifat lebih besar daripada sikap. Namun makin besar jumlah objek, maka sikap akan semakin mirip dengan sifat. Sikap dapat berbeda-beda dari yang lebih khusus ke yang lebih umum, tetapi sifat selalu umum. Kedua, sikap biasanya mengandung penilaian (menerima atau menolak) terhadap objek tujuannya, sedangkan sifat tidak.

Tipe
Allport membedakan antara sifat dan tipe berdasar sejauh mana keduanya dapat dikenakan pada individu. Seseorang dapat memiliki sutau sifat tetapi tidak dapat memiliki suatu tipe. Tipe adalah konstruksi ideal oleh seorang pengamat dan individu dapat disesuaikan ke dalam tipe-tipe itu dengan konsekuensi diabaikannya sifat-sifat individual. Sifat dapat mencerminkan sifat khas pribadi, sedangkan tipe malah menyembunyikannya. Jadi bagi Allport tipe menunjukkan perbedaan-perbedaan buatan yang ridak begitu cocok dengan kenyataan, sedangkan sifat adalah refleksi sebenarnya atau cerminan sejati dari apa yang benar-benar ada.
Tipe menunjukkan perbedaan (buatan) yang tidak selalu cocok dengan kenyataan, trait merupakan refleksi kenyataan yang ada pada individu.  Tipe merangkum ketiga konsep yang lain, menggambarkan kombinasi trait-habit-attitude yang secara teoritik dapat ditemui pada diri seseorang.